Blog nya Orang Bego

Cyber, Hacking, Tutorial, Virus,Anti Virus and more

Arsip untuk ‘Sosok Tokoh’ Kategori

Soe Hok Gie

Ditulis oleh adixersoft di/pada 01/05/2009

soe

Soe Hok Gie (17 Desember 1942–16 Desember 1969) adalah salah seorang aktivis Indonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun 1962–1969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi Hainan, Republik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sosok Tokoh | Bertanda: , , , , , | 6 Komentar »

Iwan Fals

Ditulis oleh adixersoft di/pada 01/05/2009

Nama:
Virgiawan Listanto
Nama populer:
Iwan Fals
Lahir:
Jakarta, 3 September 1961
Ayah:
Haryoso
Ibu:
Lies
Isteri:
Rosanna (MBak Yos)
Anak:
Galang Rambu Anarki (almarhum)
Anissa Cikal Rambu Basae
Rayya Rambu Robbani
Hobi:
Melukis
Sepak Bola
Karate
Pendidikan:
SMP 5 Bandung
SMAK BPK Bandung
Sekolah Tinggi Publisistik
Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (sekarang IKJ)
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sosok Tokoh | Bertanda: , , , , , , | Leave a Comment »

Pramoedya Ananta Toer

Ditulis oleh adixersoft di/pada 01/05/2009


Nama:
Pramoedya Ananta Toer
Lahir:
Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925
Meninggal:
Jakarta, 30 April 2006
Isteri:
Maemunah Thamrin

Pendidikan:
SD Institut Boedi Oetomo (IBO), Blora
Radio Vakschool 3 selama 6 bulan, Surabaya
Kelas Stenografi, Chuo Sangi-In, satu tahun, Jakarta
Kelas dan Seminar Perekonomian dan Sosiologi oleh Drs. Mohammad Hatta, Maruto Nitimihardjo
Taman Dewasa: Sekolah ini ditutup oleh Jepang, 1942-1943
Sekolah Tinggi Islam: Kelas Filosofi dan Sosiologi, Jakarta

Pekerjaan:
Juru ketik di Kantor Berita Domei, Jakarta, 1942-1944
Instruktur kelas stenografi di Domei
Editor Japanese-Chinese War Chronicle di Domei
Reporter dan Editor untuk Majalah Sadar, Jakarta, 1947
Editor di Departemen Literatur Modern Balai Pustaka, Jakarta, 1951-1952
Editor rubrik budaya di Surat Kabar Lentera, Bintang Timur, Jakarta, 1962-1965
Fakultas Sastra Universitas Res Publica (sekarang Trisakti), Jakarta, 1962-1965
Akademi Jurnalistik Dr. Abdul Rivai, 1964-1965
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sosok Tokoh | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Budiman Sudjatmiko

Ditulis oleh adixersoft di/pada 01/05/2009


budiman-sudjatmiko
Budiman Sudjatmiko (lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 10 Maret 1970; umur 39 tahun) adalah aktivis dari Partai Rakyat Demokratik yang menjadi tersangka dalam kasus Peristiwa 27 Juli. Ia dinilai bertanggung jawab dalam Peristiwa 27 Juli 1996 dalam penyerbuan kantor Partai Demokrasi Indonesia dan kemudian dijebloskan ke penjara. Setelah Indonesia dipimpin oleh Presiden B.J. Habibie, ia dan para tersangka lain dari Peristiwa 27 Juli diberi ampunan dan dibebaskan oleh Pemerintah Indonesia.

Partai Rakyat Demokratik adalah sebuah partai politik Indonesia yang berhaluan sosialis-demokrat. Partai ini tidak mempunyai jaringan ataupun massa yang besar, dan tergolong sebagai partai kecil; namun demikian, perannya dalam sejarah politik Indonesia sangatlah penting. Walaupun sering salah diinterpretasikan sebagai gerakan komunis, partai ini bergerak dengan metode sepenuhnya non-kekerasan.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sosok Tokoh | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »

Basuki Abdullah

Ditulis oleh adixersoft di/pada 01/05/2009


Nama :
Basuki Abdullah (Raden Basoeki Abdullah)
Lahir :
Surakarta, Jawa Tengah, 27 Januari 1915
Meninggal:
1993

Agama :
Katolik

Pendidikan :
-SD Katolik/HIS Pangudi Luhur, Solo (1930)
-Bruder School Pangudi Luhur, Solo (1933)
-Royal Academy of Fine Arts, Den Haag Negeri Belanda
-The Hague ’s-Gravenhage, Den Haag, Negeri Belanda
-Free Academy of Fine Arts, Den Haag, Negeri Belanda.

Karir :
-Royal Court Artist Istana Raja Muangthai (1963- sekarang)
-Dianugerahi Bintang Poporo sebagai Royal Court Artist oleh Raja Muangthai, Bhumibol Adulyadej
-Pernah melukis kepala negara, antara lain, Marcos dan Imelda Marcos, Soekarno, Soeharto, Tanom Kittikachorn

Basuki Abdullah (1915 – 1993)
Melukis 300 Potret Diri

Kegemaran melukis dimulai Basuki sejak usia enam tahun. Suatu kali pria kelahiran Sriwedari, Solo, 27 Januari 1915, ini terbaring sakit, iseng menyontek lukisan Yesus Kristus. Sembari melukis, ia merasakan sakitnya berangsur sembuh. Lantas Basuki beralih dari muslim menjadi nasrani (Katolik).

Pada usia 34 tahun (1949), Basuki mengikuti lomba lukis potret diri Ratu Belanda Juliana. Lomba itu diikuti 81 pelukis dari berbagai penjuru dunia. Tetapi yang mampu menyelesaikan potret Ratu tepat waktu hanya 21 pelukis, termasuk Basuki. Ia bahkan tampil sebagai juara. Sejak itu, Basuki laris sebagai pelukis potret diri.

Basuki mengenal ayahnya, pelukis R. Abdullah Surjosubroto, hanya setelah berusia 15 tahun. Suatu kali, anak kedua dari lima bersaudara ini, menggambar seekor singa yang sedang menerkam. ”Masa melukis macan ketawa,” canda sang ayah, putra tokoh pergerakan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Basuki merasa sakit hati dan terpecut oleh komentar sinis sang ayah.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sosok Tokoh | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Wiji Thukul

Ditulis oleh adixersoft di/pada 01/05/2009

Wiji Thukul Wijaya lahir di Sala 24 Agustus 1963 sebagai anak tukang becak. Keluarganya Katolik, dan diapun masuk SD katolik. Selepas SMP, selama kurang dari dua tahun dia belajar di sekolah Menengah Karawitan Indonesia, sampai putus sekolah pada 1980.

Di Solo, Thukul dibesarkan di sebuah kampung miskin yang sebagian besar penghuninya hidup dari menarik becak. Ketika itu bis kota mulai menguasai jalanan, mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan bagi para tukang becak yang penghasilannya semakin merosot. Berapapun tambahan penghasilan dari anak istri bisa sangat penting artinya. Rentenirpun telah menjadi pengunjung tetap yang kedatanganya selalu menggelisahkan para penghuni kampung.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Sosok Tokoh | Bertanda: , , , , , | Leave a Comment »